TENTANG KAMI

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) adalah perusahaan tambang Indonesia yang mengoperasikan tambang Batu Hijau. AMNT memiliki beberapa prospek lain yang sangat menjanjikan di area konsesi tembaga dan emas yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Propinsi Nusa Tenggara. Tambang Batu Hijau adalah tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia dan merupakan aset berkelas dunia.





Kami memulai kegiatan produksi dan operasi di tahun 2000, dan telah memproduksi sekitar 3,6 juta ton tembaga serta 8 juta ounces emas, dengan masa tambang dan diikuti dengan pengolahan stockpile jangka panjang. Kami juga berencana untuk melakukan ekspansi melalui pengembangan cebakan Elang dan prospek Nangka, yang saat ini sedang dalam tahap kajian.

Fasilitas yang kami miliki sangat lengkap, termasuk armada peralatan tambang yang besar, pabrik pengolahan dengan kapasitas 120.000 ton per hari, pembangkit listrik tenaga batubara 112 MW, pelabuhan dengan terminal kapal feri, layanan udara, dan townsite yang tertata dengan baik.

Pemegang saham PT Amman Mineral Nusa Tenggara adalah PT Amman Mineral Internasional (82,2%) dan PT Pukuafu Indah (17,8%). PT Amman Mineral Internasional adalah perusahaan Indonesia yang pemegang sahamnya terdiri dari PT AP Investment (50%) dan PT Medco Energi International Tbk (50%). Melalui dukungan dari seluruh pemegang saham, kami berkomitmen untuk melaksanakan prosedur operasional terbaik dan berkelanjutan melalui penerapan teknologi ramah lingkungan termaju yang ada.


TIM MANAJEMEN

Dewan Komisaris

Arifin Panigoro

Arifin Panigoro adalah seorang pengusaha senior Indonesia yang juga merupakan founder Medco. Tahun 1980 menandakan pengalaman pertama Arifin memasuki industri minyak dan gas dengan mendirikan Meta Epsi Drilling Company. Perusahaan tersebut kini telah berkembang menjadi Medco Group dengan anak perusahaan meliputi beberapa sektor usaha seperti energi, konstruksi, agribinis, layanan finansial, solusi IT, dan properti. Sejak tahun 1998, Arifin mengundurkan diri dari manajemen Medco dan menjadi penasihat bagi MedcoEnergi di mana beliau memainkan peran kunci dalam mengidentifikasi peluang bisnis yang baru.

Markus Permadi

Markus Permadi adalah tokoh ternama dalam industri perbankan Indonesia dengan hampir 40 tahun pengalaman. Markus telah memegang posisi senior di Citibank, Bank Central Asia, dan Bank Mandiri sebelum beliau mengambil posisi penasihat sebagai komisaris pada berbagai perusahaan seperti Star Pacific, Bank National Nobu, dan First Media. Markus juga memiliki pengalaman sebagai pejabat publik di mana Markus sebelumnya bertugas di Kementerian Keuangan dan sebagai Wakil Menteri Kementerian BUMN. Markus aktif terlibat dalam kegiatan sosial sebagai sekretaris Yayasan Pendidikan Pelita Harapan.

Andi Hadianto

Andi Hadianto membawa pengalaman dalam pertambangan dan konstruksi. Selama lebih dari satu dekade, Andi menjabat sebagai Direktur Utama PT Multi Daerah Bersaing dan PT Daerah Maju Bersaing, perusahaan patungan antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Dewan Direksi

Presiden Direktur

: Rachmat Makkasau

Rachmat Makkasau memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang pertambangan dan dikenal di kalangan industri pertambangan. Rachmat memulai karir profesional tambangnya di PT Freeport dan memainkan peran penting dalam beberapa proyek ekspansi dan start up termasuk PT Mahaka dan PT Newmont. Rachmat telah memegang beberapa jabatan penting yang berbeda, mulai dari tingkat operator hingga General Manager, dia memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lengkap dalam operasi pertambangan termasuk juga didalamnya pernah memimpin divisi Keamanan, Sumber Daya Manusia, HSE, Tanggung Jawab Sosial, Hubungan Eksternal, Pengembangan Bisnis, Managemen Resiko dan kepatuhan. Rachmat memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas perusahaan untuk terus mempertahankan kepercayaan dari pasar nasional dan internasional.

Wakil Presiden Direktur

: Agus Projosasmito

Agus Projosasmito memiliki pengaruh yang sangat kuat di pasar modal Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Agus berhasil memimpin konsorsium dalam rangka mengakuisisi PT Newmont Nusa Tenggara dan menambah catatan keberhasilannya dalam bidang industri pertambangan dan keuangan yang sangat kompleks, seperti PT Danareksa (Persero), PT DBS Securities Indonesia, PT NC Securities, PT Nusantara Mahabakti, PT Ithaca Resources, dan PT Maduma Coal Energy. Agus juga merupakan anggota dari beberapa asosiasi pasar modal di Indonesia.

Direktur Operasi & Corporate Secretary

: Alexander Ramlie

Alexander Ramlie sangat berpengalaman di sektor keuangan dan pertambangan serta telah berperan sangat penting dalam proses akuisisi PT Newmont Nusa Tenggara (sekarang menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara, atau "AMNT") oleh PT Amman Mineral Internasional ("AMI") dari Newmont Mining Corp. dan Sumitomo Corp. Sebelum bergabung dengan AMNT, Alex bekerja untuk PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer; pada saat yang bersamaan sebagai Direktur di Bumi PLC dan Wakil Presiden Komisaris PT Berau Coal Energy Tbk. Alex mendapatkan gelar Master dalam bidang ekonomi dari Boston University.

Direktur Keuangan

: Arief Sidarto

Arief Sidarto memiliki pengalaman yang luas di bidang sektor jasa keuangan dan korporasi. Sebelumnya Arief menjabat Managing Director dan Anggota Direksi PT Rajawali Corpora, sebuah grup usaha Indonesia di bidang perkebunan kelapa sawit, tambang emas dan tambang lain, properti, transportasi, infrastruktur, dan media. Arief memainkan peran yang sangat penting dalam Komite Keuangan dan Investasi; anggota Komite Etik, dan Audit dan Manajemen Risiko. Sebelumnya, Arief menghabiskan sebagian besar masa profesionalnya di Goldman Sachs yang dimulai di New York tahun 1991 dan selanjutnya menjalankan bisnis perbankan investasi perusahaan tersebut di kawasan Asia Tenggara. Arief memperoleh gelar MBA dari Harvard Business School dan gelar ganda dengan predikat summa cum laude dari University of Pennsylvania.

Direktur Bisnis dan Komersial

: Dr. Naveen Chandra Lal

Dr. Naveen Chandra Lal memiliki pengalaman profesional selama 20 tahun yang telah berhasil mengembangkan dan mengoperasikan bisnis pertambangan, pengolahan mineral, dan infrastruktur terintegrasi di Asia. Penyandang gelar Ph.D di bidang Sains dari Jadavpur University, India, Dr. Naveen telah menulis banyak makalah teknis mengenai Batubara Indonesia, yang diterbitkan di American International Journal of Research in Formal, Applied, and Natural Science. Dalam kiprah profesionalnya selama 7 tahun di Indonesia, Dr. Naveen bertanggung jawab sebagai Presiden Direktur PT Trimex International Indonesia dan sebelumnya menjabat sebagai Managing Director di RESCOM Metal Ores Trading LLC di Dubai.

Direktur Perencanaan dan Strategi

: David A. Gibbs

David Gibbs adalah insinyur pertambangan dengan pengalaman teknis dan operasional selama hampir 40 tahun. Setelah menyelesaikan program sarjananya, David bekerja sebagai penambang timah bawah tanah untuk Rio Tinto, Inggris tahun 1976 dan sejak lulus sarjana tahun 1979 David telah bekerja di bidang pertambangan bawah tanah dan terbuka di Afrika Selatan, Namibia, Papua New Guinea, Australia, Thailand, dan Indonesia di beberapa perusahaan tambang emas, tembaga, uranium, intan, batu bara dan talc. David juga telah bekerja untuk beberapa perusahaan besar dan kecil, dan sebagai konsultan.

Pemegang Saham